Lagi, frekuensi publik digunakan untuk kepentingan privat. Publik terlantar di tengah industri bebal dan regulator tak bertaji. o
Martin Aleida: Tidak Baik Jika Jurnalis Diberi Kebebasan Seluas-Luasnya

Salah satu periode penting dalam sejarah pers di Indonesia terletak di periode 1950-196

Sejarah Singkat Pers dan Peran Jurnalis di Era Kolonial, 1744-1900

Artikel ini membahas pertumbuhan pers di era kolonial Hindia Belanda.

BBC dan CNN Menantang Zaman

Judul buku    : Inside BBC and CNN: Perbandingan Budaya O

Subscribe to Amatan

Amatan

Oleh Holy Rafika D. 03.02.2014
Posisi yang dibangun ketika "Gaul Bareng Bule" membandingkan dua kultur yang berbeda adalah bangsa Indonesia menjadi bahan guyonan, dan bangsa lainnya baik-baik saja—sebuah posisi yang mirip dengan cara pandang penjajah melihat terjajah yang tak beradab. [view_node]
0 Komentar
Oleh Windu W. Jusuf 08.01.2014
Dalam Kick Andy, apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan: ada orang sakit, ada penyelamat; ada saatnya sukses di usia muda, ada saatnya buang-buang duit untuk si sakit dan si tak-beruntung. Betapapun miskin kondisi orang tua, motonya adalah ulet pangkal kaya; apapun penyakitnya, filantropi solusinya. [view_node]
0 Komentar
Subscribe to Kabar TV

Kabar TV

Oleh Redaksi 17.02.2015
Remotivi berbincang dengan Martin Aleida tentang pers di era Orde Lama, friksi di tubuh PKI, serta sedikit tentang Cut Zahara Fonna. o
0 Komentar
Oleh Anwar Siswadi 12.01.2015
Nama-nama komisioner KPID Jawa Barat periode 2015-2018 telah diumumkan. Mayoritas komisioner terpilih diisi oleh orang baru. o
0 Komentar
Subscribe to Pendapat

Pendapat

Oleh Luthfi Adam
Dunia pers mulai tumbuh dan berkembang di Hindia Belanda pada abad ke-18. Jurnalis Indo dan Tionghoa berperan dalam mengubah pers dari corong pemerintah menjadi alat perjuangan. o
0 Komentar
Oleh Redaksi
0 Komentar
Subscribe to Kupas

Kupas

Oleh Muhammad Nafi
BBC dan CNN menawarkan pengalaman panjang mengelola media penyiaran publik. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik. o
0 Komentar

Bersamaan dengan surat pendek ini, kami ingin memohon maaf serta pengertian sidang pembaca sekalian karena kami tidak lagi menjadikan RBI sebagai rubrik reguler tiap bulannya.

Milis Remotivi

Berlangganan

Dapatkan kiriman tulisan terbaru lewat email Anda!