Surat ini dilayangkan sebagai sikap keberatan atas tayangan Kakek-Kakek Narsis (Trans TV) yang berisi muatan yang melecehkan perempuan dan berpotensi menebalkan ketimpangan relasi antara laki-laki dengan perempuan. Dengan muatan macam itu, televisi, sebagai ruang publik tempat di mana permasalah publik dibicarakan dan disemai, menjadi kontraproduktif dengan upaya penyetaraan gender. o
Hawa di Kotak Adam

Perempuan memang bukan isu baru dalam hal kritik terhadap media.

Usir Tayangan TV yang Melecehkan Perempuan

Kehadiran perempuan di televisi bukan untuk dilecehkan.

Muram: Wajah TV di Musik Lokal Abad 21

Rasanya pesan itu datang siang menjelang sore.

Subscribe to Amatan

Amatan

Oleh Veven SP. Wardhana 21.02.2012
Dalam "Kakek-Kakek Narsis", pertanyaan yang disodorkan pada para perempuan tak pernah dikaitan dengan kemungkinan kecemerlangan isi kepalanya, seakan perempuan tak memiliki pendapat, sehingga tak perlu dimintai pendapat. Jika pun para perempuan itu berpendapat, itu sebatas pada tema dan topik cèkèrèmès atau cècèrèmè, alias tak penting-penting amat. [view_node]
2 Komentar
Oleh Haris Firdaus 30.01.2012
Dalam Bumi & Manusia, konflik diabaikan bukan hanya karena secara teknis dia tak diperlukan, tapi juga karena secara ideologis ia ingin ditampik. Menontonnya menimbulkan optimisme tersendiri terhadap dunia pertelevisian kita. Setidaknya, karena keberadaan tayangan semacam ini, kita tak perlu mematikan televisi selama-lamanya. [view_node]
2 Komentar
Subscribe to Kabar TV

Kabar TV

Oleh Roy Thaniago 19.04.2012
Dalam tayangan "Kakek-Kakek Narsis", Heychael melihat ada kekerasan yang terbagi dalam tiga fase, yakni kekerasan secara sosial, kemudian verbal, hingga kekerasan secara fisik. Ia menilai bahwa KKN berpotensi mengembangkan bentuk-bentuk kekerasan tersebut yang tereproduksi menjadi pesan kepada pemirsanya. o
1 Komentar
Oleh Indah Wulandari 09.04.2012
Tidak ada lagi batas yang jelas antara iklan dan bukan iklan. Ruang publik dirampas, dan tidak dipergunakan untuk kepentingan masyarakat. Dan, “Ketika publik memaklumi dominasi industri terhadap ruang publik, itu berbahaya,” ujar Roy, Koordinator Remotivi. o
0 Komentar
Subscribe to Pendapat

Pendapat

Oleh Preciosa Alnashava
Televisi dengan caranya yang begitu halus, misalnya lewat humor, mampu menguatkan citra perempuan sebagai objek seksual. Penggambaran perempuan semacam ini dalam televisi, terus menerus hadir sebagai konsekuensi media yang patriarkis. o
3 Komentar
Subscribe to Kupas

Kupas

Oleh Mochamad Abdul Manan Rasudi
Dalam lagu yang saya temukan, semuanya mencecar konsep TV sebagai idiot box, kotak penyuguh hiper-realitas, banalnya tayangan info, keberlimpahan informasi, serta kegagalan manusia mengendalikan TV. o
0 Komentar

Trans 7, tiap Senin-Jumat Pk. 14.30 WITA

Milis Remotivi

Berlangganan

Dapatkan kiriman tulisan terbaru lewat email Anda!

komentar terbaru