Muhamad Heychael terpilih sebagai Direktur Remotivi yang baru. o
Membangun Kedaulatan Lembaga Penyiaran Publik

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) sudah seharusnya diperkuat kembali sebagai instrumen pen

Ketika Media Menebar Benci

Pemblokiran 22 situs oleh Kementerian Komunikasi da

Pesawat TV Pertama yang Dibuat (di) Indonesia

Philip Kitley, penulis buku sejarah televisi Indonesia ‘Television, Nation, and Cult

Direktur Baru, Arah Baru

Ada perubahan yang signifikan dalam struktur organi

Subscribe to Amatan

Amatan

Oleh Holy Rafika D. 03.02.2014
Posisi yang dibangun ketika "Gaul Bareng Bule" membandingkan dua kultur yang berbeda adalah bangsa Indonesia menjadi bahan guyonan, dan bangsa lainnya baik-baik saja—sebuah posisi yang mirip dengan cara pandang penjajah melihat terjajah yang tak beradab. [view_node]
0 Komentar
Oleh Windu W. Jusuf 08.01.2014
Dalam Kick Andy, apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan: ada orang sakit, ada penyelamat; ada saatnya sukses di usia muda, ada saatnya buang-buang duit untuk si sakit dan si tak-beruntung. Betapapun miskin kondisi orang tua, motonya adalah ulet pangkal kaya; apapun penyakitnya, filantropi solusinya. [view_node]
0 Komentar
Subscribe to Kabar TV

Kabar TV

Oleh Redaksi 17.04.2015
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) sudah seharusnya diperkuat kembali sebagai instrumen penyiaran yang berpihak kepada publik dan tidak melulu bergerak secara komersil. o
0 Komentar
Oleh Redaksi 07.04.2015
Media adalah sarana komunikasi massa yang digdaya. Apa jadinya kalau ia hanya dipakai untuk menebar satu pesan: benci? o
0 Komentar
Subscribe to Pendapat

Pendapat

Oleh Luthfi Adam
Dunia pers mulai tumbuh dan berkembang di Hindia Belanda pada abad ke-18. Jurnalis Indo dan Tionghoa berperan dalam mengubah pers dari corong pemerintah menjadi alat perjuangan. o
0 Komentar
Oleh Redaksi
0 Komentar
Subscribe to Kupas

Kupas

Oleh Septi Prameswari
Batas antara orang dewasa dan anak-anak kian mengabur. Orang dewasa menjadi lebih kekanak-kanakan, sedangkan anak-anak justru menjadi cepat dewasa (Neil Postman). o
0 Komentar
Oleh Muhammad Nafi
0 Komentar

Bersamaan dengan surat pendek ini, kami ingin memohon maaf serta pengertian sidang pembaca sekalian karena kami tidak lagi menjadikan RBI sebagai rubrik reguler tiap bulannya.

Milis Remotivi

Berlangganan

Dapatkan kiriman tulisan terbaru lewat email Anda!