Bangku belakang

Aku dan Grup WhatsApp Keluarga



Grup WhatsApp keluarga besar adalah gudang cerita yang tak pernah habis. Dari kisah tentang hoaks, sumber lelucon, hingga lumbung pepatah bijak. Dalam edisi perdana Bangku Belakang, kami menghimpun pengalaman dan refleksi warga dalam praktik menggunakan teknologi ini.

Terkadang ada salah satu anggota keluarga menjawab kesal, bahwa paman hanya mengirim spam pada grup keluarga. Sepertinya ia perlu mencari konten lain yang lebih unik untuk menjadi bahan bakar tertawa kami.

Live Report di Whatsapp ala Pamanku - Diani Citra Ayu


Jangan sampai Ibuku dicap sebagai tante penyebar berita hoaks oleh keponakannya yang lain.

Balada Grup WA Keluargaku - Diah Rukmi Ambarwati


Kondisi ini makin parah ketika sebuah undangan acara keluarga dikirim versi digitalnya melalui grup WA.

Karena Undangan Digital Setitik, Rusak Hubungan Se-grup WA - Mitaqul Zaitun Nisah


Ternyata tante saya malah marah-marah. Katanya saya ini membela Grace Natalie yang—menurut si tante—kafir. Karena itu saya dianggap tidak patuh pada petunjuk ulama. Pokoknya keislaman saya ini patut diragukan deh.

Hoaks yang Mengubah Bakmi Menjadi Babi - Nurvina Alifa


Sebetulnya agak melelahkan untuk mengoreksi (membenarkan atau menyalahkan) berita yang beredar di grup keluarga besar karena terlalu banyak.

Bagaimana Aku Menanggapi Hoaks yang Melanda Grup WA Keluarga - Fadhil Ramadhan


  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kolega x MarkPlus Segitiga Emas Business Park, Jl. Prof. DR. Satrio, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura