Bangku belakang

Saya Eksibisionis, Maka Saya Alter

Saya memakai akun tersebut untuk mengunggah hal yang sedikit banyak berhubungan dengan seksualitas dan foto luka-luka saya .

OLEH: Gie

Akun Alternya Gie a.k.a. Voltairine (a.k.a. Avalokiteshvara, Seaslug, Arachno69isme, pagan.is.me, dan serentetan nama lainnya yang pernah dia pakai)

Saya dikenalkan akun alter oleh seorang teman. Dia bilang, di akun alter saya bisa memamerkan hal-hal yang saya tutupi tanpa membuka identitas saya. Tentu saja saya tertarik.

Waktu itu kira-kira tahun 2017-an, Instagram belum terlalu ketat dalam melakukan “witchhunt” terhadap konten eksplisit, katakanlah seperti payudara. Karena itu saya memakai akun tersebut untuk mengunggah hal yang sedikit banyak berhubungan dengan seksualitas dan foto luka-luka saya (saya melakukan self-injury/self-harm).

Lalu, saya mulai mengeksplorasi hal-hal lain seperti akun-akun binatang lucu, akun-akun yang berhubungan dengan filsafat esoterik, atau politik. Hingga akhirnya akun alter saya tidak hanya untuk mengekspresikan diri saya, namun juga pandangan saya terhadap berbagai macam hal.

Dari situ, saya mengenal beberapa penulis buku, berbicara dan berteman baik dengan mereka, bertemu di dunia nyata dan bahkan mengikuti salah satu komunitas mereka. Melalui akun alter tersebut saya kemudian juga mulai mengeksplorasi dan berbicara soal kesehatan mental saya yang bisa dibilang buruk.

Ternyata, banyak dari mereka yang lari ke alter karena punya masalah di kehidupan mereka. Mereka nggak punya wadah untuk membagikan kesakitan mereka. Akhirnya mereka menggunakan alter sebagai pelarian untuk mengeluh, sambat. Itulah pokoknya.

Banyak dari mereka yang juga memiliki gangguan mental seperti saya. Di sana, saya bertemu orang yang didiagnosa memiliki BPD (Borderline Personality Disorder), depresi ringan hingga berat, serangan panik, cemas, dan bipolar, seperti saya. Saya juga bertemu orang-orang yang melakukan self-injury seperti saya. Kebanyakan, mereka melakukan cutting dan burning.

Banyak alterian yang memiliki pengetahuan minim mengenai kesehatan mental. Mereka tahu depresi, namun yang mereka tidak tahu adalah “orang bisa kena depresi atau gangguan mental karena keturunan, ketidakseimbangan hormon, dan sebagainya”.

Tapi saya senang, orang-orang udah mulai membuka diri untuk mengetahui lebih dalam mengenai hal yang sebelumnya dianggap tabu ini. Saya sendiri mulai mendapatkan banyak pertanyaan seputar keadaan saya, bagaimana cara untuk menghadapi instabilitas mental, dan lain sebagainya.

Karena itu tujuan saya memiliki akun alter adalah untuk menghindari cemoohan dari orang-orang sekitar; saya tidak mau orang-orang yang mengenal saya, mengetahui bahwa saya adalah seorang eksibisionis yang melakukan self-injury.

Saya senang menggunakan akun tersebut, karena saya mengenal orang-orang yang sama sekali baru, yang mau jujur dan terbuka akan keadaan masing-masing. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang juga seperti saya; orang-orang dengan pandangan politik yang sedikit banyak tidak konvensional; orang-orang yang menghindar dari kemungkinan perisakan; orang-orang yang hanya mencari teman.

Tidak selalu asik, tentu, karena mereka kerap mencaci akun lain, bahkan sesama alter. Tapi, ya, dari situ saya melihat kejujuran karakter mereka. You know what they say: give a man a mask, a man will show you the real side of him.

  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kolega x MarkPlus Segitiga Emas Business Park, Jl. Prof. DR. Satrio, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura