Bangku belakang

Kisah Kasih Aplikasi



Aplikasi kencan daring seperti Tinder dan OkCupid barangkali telah mengubah budaya kencan kita hari ini. Ia memberikan pengalaman kencan yang terselenggara akibat algoritma. Ia juga memberikan kemungkinan perkencanan yang berbeda dari cara konvensional. Bagaimana para penggunanya merefleksikannya? Simak kisah-kisah berikut.

Aku telah menggunakan aplikasi kencan selama 4 tahun. Dengan rentang waktu yang sama, mungkin aku sudah bisa dapat promosi dua kali di kantor.

Jungkir Balik Wahana Kencan Daring - Melania Shinta Nugraheni


Selama bertemu mereka inilah, gue seakan melatih perasaan dan emosi supaya jadi lebih tahan banting.

“Swipe Right, It’s A Match!”: Ngobrol, Ketemu, Ghosting. Enggak Kapok? - Eleanor


Chatting kami via Tinder sudah belangsung sekitar dua bulan dan hampir setiap minggu kami papasan di kampus tanpa saling menyapa.

Bawel di Tinder, Mingkem Ketika Papasan - Arif Rizal Muhamad


Pasangan seharusnya bukan untuk membuat orang menjadi utuh, Anda seharusnya sudah utuh bahkan sebelum memiliki pasangan.

Tak Bisa Sendiri, Tinder Pun Jadi - Lathifah Indah


  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kolega x MarkPlus Segitiga Emas Business Park, Jl. Prof. DR. Satrio, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura