“Dulu saya bawa parang, sekarang bawa HP,” kata Adrianus Adam Tekot ketika bercerita mengenai saat komunitas adatnya mengokupasi kawasan pembibitan PT Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK). Adrianus adalah Kepala Adat Dayak Kanayatn atau Timanggung Binua Sui Manur, Dusun Ampaning, Desa Sungai Enau, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Sejak 1998, Adrianus dan warga adatnya berjuang menuntut keadilan setelah lahan milik adat seluas 459,21 hektar “diambil” dengan hanya mengganti Rp 175.000 per hektar. Tanah tersebut dijadikan lahan kebun sawit PT BPK.

Demo, lobi, dan berbagai perlawanan Adrianus dan warga adatnya lebih dari 10 tahun tidak membuahkan hasil.

Pada 2011, RuaiTV membuat model citizen journalism. Adrianus dan warga Ampaning mengikuti pelatihan dua hari agar bisa melapor ke RuaiTV melalui RuaiSMS. Singkat cerita, awal tahun 2012, PT BPK memberikan hak berupa lahan plasma bagi warga sekitar lahan perkebunan PT BPK yang ingin berkebun dan uang ganti kepada keluarga yang tidak ingin berkebun.

Adrianus adalah jurnalis warga yang pertama mengirim SMS ke RuaiSMS. SMS Adrianus diterima sistem RuaiSMS tanggal 17 Oktober 2011. Ia menulis tentang aksi warga Ampaning menguasai lahan pembibitan (nursery) PT BPK. Memang aksi menduduki lahan pembibitan bukanlah aksi pertama mereka, namun ada yang berbeda dengan aksi kali ini.

Ketika Adrianus ditanya ada di mana saat aksi itu, ia menjawab, “Saya ada di rumah.” Ia hanya memantau dengan ponselnya dan bertugas mengirim informasi ke RuaiSMS.

RuaiSMS

RuaiSMS adalah model citizen journalism yang dikembangkan oleh RuaiTV dengan bantuan program Knight International Journalism Fellow yang dikelola oleh International Center for Journalists (ICFJ). RuaiSMS juga mendapat dukungan pendanaan dari Packard Foundation (melalui ICFJ), dan Internews.

RuaiTV adalah televisi lokal yang didirikan tahun 2007 oleh organisasi Pancur Kasih, serta organisasi credit union atau koperasi simpan pinjam. Awal siaran RuaiTV bisa diterima di Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah. Selain melalui televisi, konten RuaiTV juga bisa diakses melalui situs web.

Program ini didasari kesadaran RuaiTV bahwa media harus membuka akses untuk mereka yang teralienasi oleh media arus utama. Dari pengalaman RuaiSMS, warga masyarakat ingin melaporkan segala kasus yang terjadi, hanya mereka khawatir kalau-kalau berakhir mereka yang terkena kasus. Seperti pepatah warga, “lapor kehilangan kambing, malah jadi kehilangan sapi.”

Dalam program ini, para citizen journalist mengirim SMS pada nomer khusus dengan kode khusus ke sistem RuaiSMS. Oleh sistem, SMS itu akan diteruskan ke nomer ponsel editor. Editor bisa mengedit SMS itu di ponselnya, lalu (dengan kode khusus) mengirim balik ke sistem RuaiSMS. Kode khusus itu memerintahkan sistem RuaiSMS mengirim SMS ke nomor-nomor ponsel pelanggan dan otomatis muncul di newsticker layar RuaiTV. Puluhan nomer pelanggan adalah pejabat di Pemda Kalbar yang sudah bersedia menerima layanan RuaiSMS.

Setiap citizen journalist yang tergabung dalam RuaiSMS harus mengikuti pelatihan selama dua hari untuk mempelajari dasar-dasar jurnalisme. Pelatihan tersebut juga memperkenalkan peserta pada sistem RuaiSMS, serta teknik membuat kalimat SMS agar tidak ada kesalahan pemahaman. Peserta hanya disyarakatkan memiliki ponsel.

SMS Adrianus yang belum diedit oleh editor RuaiSMS (foto: Harry Surjadi)

SMS Adrianus setelah disunting. Inilah SMS yang dikirim ke “pelanggan” RuaiSMS, yang sebagian besar adalah pejabat Pemda Kalbar (foto: Harry Surjadi)

Para citizen journalist yang sudah ikut pelatihan dan terdaftar dalam sistem RuaiSMS hanya bisa melaporkan tiga hal: 1) peristiwa yang mereka alami sebagai saksi mata; 2) laporan hasil observasi; dan 3) data. Mereka tidak bisa mengirim opini, komentar personal, atau wawancara. Mereka hanya mengirim fakta dan/atau data yang mereka kumpulkan. Nama mereka pun tidak muncul dalam RuaiSMS. Hanya editor yang tahu siapa mereka. Mereka diperlakukan sebagai narasumber RuaiTV.

RuaiTV memilih anggota komunitas yang akan mengikuti pelatihan. Selama setahun, RuaiTV telah melatih lebih dari 300 anggota komunitas di seluruh Kalimantan Barat dan sebagian kecil di Kalimantan Tengah. Mereka menyebut diri sendiri sebagai “jurnalis kampung”. RuaiTV menyebut mereka citizen journalist dan Information Broker

Diagram proses RuaiSMS

Jurnalisme Untuk Warga yang Berdaya

Rangkaian SMS mengenai perkembangan aksi dan respon dari PT BPK tersebar ke nomor-nomor penting para pejabat di Kalbar. Isi SMS yang sudah disunting juga muncul di newsticker layar RuaiTV. Akhirnya, PT BPK bersedia berunding. “Sebelumnya, yang menghadapi demo pengacara perusahaan, keamanan, polisi, dan tentara,” cerita Adrianus.

SMS laporan Adrianus mengenai perundingan (foto: Harry Surjadi)

Setelah melalui berkali-kali perundingan, PT BPK menyerahkan lahan plasma untuk warga di sekitar kebun. Warga yang tidak ingin mengelola plasma, menerima ganti rugi lahan mereka Rp 7 juta per hektar. Kelompok adat Adrianus menerima hak plasma seluas 98,25 hektar.

“Sudah berkali-kali panen. Panenan di atas 100 ton per bulan. Sudah dua tahun dikelola kelompok tani Dian Kasih dan Batuah Raya,” cerita Adrianus, di awal 2019. Adrianus cerita dua kelompok tani mengelola lahan plasma sawit seluas 98,25 ha yang mulai ditanam tahun 2012. Satu hektar bisa menghasilkan uang Rp 300.000-Rp 500.000, kata Adrianus.

Warga pun meminta PT BPK untuk membantu perbaikan jalan masuk ke kampung warga yang melewati pinggir kebun. “Kami hanya meminta perusahaan menyediakan bahan pengerasan jalan. Warga yang mengerjakannya,” kata Adrianus.

Akhirnya, jalan masuk ke kampung bisa dilewati meskipun saat musim hujan.

Jalan masuk saat musim hujan (foto: RuaiSMS)

SMS mengenai jalan rusak yang dikirim oleh CJ ke RuaiSMS (foto: Harry Surjadi)

Jalan setelah diperbaiki (foto: RuaiSMS)

Ada banyak perubahan di warga Kalbar setelah RuaiTV membuka akses untuk warga—yang diabaikan media arus utama—agar bisa melaporkan persoalan-persoalan yang dihadapi mereka dan agar ada solusinya.

Misalnya, ada jembatan rusak di pedalaman. Saat musim hujan, banyak kecelakaan, sepeda motor tergelincir. Setelah informasi itu dilaporkan ke RuaiSMS dan disiarkan RuaiTV, jembatan diperbaiki. Di Nanga Nuar, Kapuas Hulu, Simon melaporkan gedung SD yang tidak mencukupi lagi untuk 136 siswa. SMS dari RuaiSMS diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan di Provinsi. Setelah setahun, Pemda Kapuas Hulu membangun gedung sekolah yang baru.

SMS mengenai gedung sekolah (foto: Harry Surjadi)

Sebelah kiri gedung sekolah yang baru dan di latar belakang gedung sekolah yang lama (foto: Ade Tanesia)

Saat ini sistem RuaiSMS sudah tidak berfungsi karena rusak akibat tersambar petir beberapa tahun lalu. Para citizen journalist kini mengirim SMS atau berita ke nomer ponsel salah satu editor RuaiTV. Informasi itu kemudian disiarkan di newsticker setiap hari dan dipilih untuk diteruskan ke pejabat yang berwewenang.

RuaiTV sempat memberi pelatihan untuk membuat laporan video dengan ponsel dan kamera digital pada citizen journalist yang aktif. RuaiTV juga menyediakan Program “Warta CJ” dua kali dalam seminggu untuk menayangkan karya peserta pelatihan laporan video. Program ini pun ditayangkan ulang pada akhir pekan. Sebagai salah satu upaya RuaiTV melibatkan warga, program ini mengajak warga untuk melaporkan apa pun yang terjadi di kampung mereka.

Model RuaiTV adalah salah satu potret keberhasilan citizen journalism dalam pemberdayaan warga melalui media. Melaluinya, warga memiliki akses pada sesuatu yang kerap kali diabaikan media arus utama: ruang untuk bersuara dan didengar. Dengan terbukanya ruang ini, media jadi punya andil untuk benar-benar membantu memecahkan persoalan warga—bahkan mencegah sebelum persoalan menjadi besar.

Kita butuh lebih banyak ruang-ruang semacam ini.[]

 

Unduh modul pelatihan citizen journalist RuaiTV di sini.


Pembaca yang baik, kami sedang menggalang dana untuk kelanjutan kerja Remotivi. Kami ingin bisa terus bekerja membantu publik lebih kritis terhadap media. Kalau Anda berpendapat bahwa kerja-kerja semacam ini diperlukan di Indonesia, dukunglah kami dengan berdonasi di #DukungRemotivi.