Perubahan adalah hal yang lumrah—bahkan niscaya. Maka, ketika hari ini kami mengubah logo dan wajah situs, itu adalah bagian yang tak terelakkan untuk terus bergerak dan bertumbuh.

Pengalaman kami selama lima tahun bergelut dengan isu media telah mendewasakan perspektif dan cara kerja kami. Pengalaman tersebut mengajari kami bahwa upaya demokratisasi media membutuhkan pembaruan terus menerus, baik dalam hal strategi komunikasi, pelibatan publik, hingga peningkatan mutu kajian.

Logo dan perwajahan situs baru kami ini—didesain oleh Ellena Ekarahendy—dimaksudkan untuk lebih mencerminkan semangat dan kebaruan arah. Arah baru itu ditandai dengan meluasnya kajian kami, yang semula hanya berpusat pada studi televisi, menjadi studi media dan komunikasi secara umum. Perubahan ini adalah respon atas situasi hari ini. Konvergensi industri media, yang mengubah kebiasaan konsumsi media menjadi multi-platform, menuntut kajian yang lebih menyeluruh.

Tren global yang kini kian melabrak batas-batas negara turut menuntut kami untuk memperluas wilayah kajian, bukan hanya dalam lingkup nasional, melainkan juga regional dan global. Untuk itu, kini situs kami juga hadir dalam dwi-bahasa: Indonesia dan Inggris. Langkah ini adalah upaya membuka ruang dialog dan solidaritas dengan komunitas global.

Logo baru kami berusaha menerjemahkan semangat baru ini. Komposisi warnanya dibuat lebih sederhana; hanya terdiri dari dua warna, dari sebelumnya tiga warna. Kami pun menghilangkan citra televisi dan menggantinya dengan bentuk geometris yang abstrak. Hal ini dilakukan untuk memperlihatkan bahwa wilayah kerja kami ke depan berusaha melampaui cara-cara konvensional dalam melihat media yang tersekat-sekat oleh jenis medium. Untuk typeface yang dulu terkesan cair, kini kami mengolahnya dengan ragam yang lebih lugas, untuk menekankan kejernihan dan modernitas. Variasi warna kuning ditambahkan untuk tetap memberi kesan dinamis.

Perwajahan laman remotivi.or.id, yang selama ini menjadi “rumah” bagi berbagai hasil kerja kami, tak lagi cukup untuk memuat kompleksitas kerja-kerja yang akan kami lakukan ke depan. Maka, perubahan dalam hal rubrikasi tak terhindarkan lagi. Kini, rubrik Amatan—yang dilebur dengan rubrik Pendapat—akan berisi artikel-artikel analisis atas media dan komunikasi. Rubrik ini, bersama dengan rubrik Kupas dan Senggang, terbuka untuk pengiriman karya dari siapa pun yang ingin berdiskusi dalam wilayah kajian kami. Terdapat pula sejumlah rubrik baru untuk menaungi produk-produk yang belum punya “rumah” sendiri: rubrik Wawancara, Penelitian, dan Infografis.

Selain itu, kami pun memiliki tiga jenis produk baru, dua di antaranya berbentuk video. Pertama, video pemantauan konten media bertajuk “Yang Tidak Media Katakan”. Kedua, video literasi yang membahas perspektif dalam melihat, serta wacana yang beririsan dengan, media. Ketiga, “Fokus”, berisi serial tulisan semijurnal yang mengulas tema-tema tertentu secara spesifik dan mendalam.

Upaya pengkajian media tentu perlu kerja yang lekat dan berlanjut; perlu waktu dan sumber daya yang cukup agar punya napas panjang. Untuk itu, kami mengajak Anda untuk turut berkontribusi. Dalam hal materil, Anda bisa memberi donasi atau berbelanja di toko kami. Ke depannya, laporan keuangan kami akan kami publikasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Kami pun akan membuka lowongan relawan secara berkala untuk mengatasi problem sumber daya manusia.

Dengan perubahan ini, kami berharap bisa menambah amunisi dalam perkembangan kajian media dan komunikasi di Indonesia. Untuk selanjutnya, kami berupaya untuk terus berubah ke arah perbaikan mutu kajian yang relevan bagi publik. []