Penelitian

17/07/2014

Perempuan Tanpa Otonomi

Wajah Ideologi Dominan dalam Sinetron Ramadan

Oleh Roy Thaniago, Yovantra Arief

Bulan Ramadhan telah membentuk tradisi baru dalam televisi kita. Keislaman jadi kedok yang dikenakan tiap tayangan yang disuguhkan. Berbagai macam cara pandang dikampanyekan dalam bingkai Islam.

Remotivi, bekerja sama dengan Komisi Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengadakan penelitian tentang bagaimana tayangan Ramadhan, khususnya sinetron Ramadhan, membingkai perempuan dengan justifikasi Islam.  Penelitian ini dipandu oleh tiga pertanyaan utama; 1.) pandangan Islam seperti apa yang diadopsi oleh stasiun televisi bersiaran nasional?, 2.) Apakah pluralitas wajah Islam terwadahi dalam muatan siaran televisi?, dan 3.) Bagaimana posisi perempuan dalam pandangan tersebut?

Penelitian ini mengambil sampel tujuh episode dari tiga sinetron Ramadhan yang ditayangkan oleh tiga stasiun televisi dalam periode 10-16 Juli 2013. Sinetron-sinetron tersebut adalah Anak-anak Manusia (RCTI), Para Pencari Tuhan (SCTV), dan Hanya Tuhanlah yang Tahu (Trans TV).

Rambu-Rambu Ambigu

Oleh Eduard Lazarus Tjiadarma, Gabriela Eriviany

Ketika Televisi Peduli

Oleh Redaksi

Melipat Indonesia dalam Berita Televisi

Oleh Muhamad Heychael, Kunto Adi Wibowo

  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kolega x MarkPlus Segitiga Emas Business Park, Jl. Prof. DR. Satrio, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura