Rubrik Bangku Belakang adalah cerita tentang manusia dan ritual yang dilakukannya di, dengan, dan terhadap media. Lewat rubrik ini, tiap orang bukan saja diajak berbagi, melainkan juga merefleksikan kehidupan sosialnya yang berelasi dengan media.

Juni 2021

Apa pun Medianya, Horor Ceritanya

Cerita horor tak cuma pengalaman di-ghosting waktu lagi sayang-sayangnya, tapi juga kisah mistis yang dioper lewat mulut. Seiring teknologi yang terus berlari, medium cerita horor pun makin bervariasi. Bangku Belakang kali ini merangkum pengalaman orang-orang mengkonsumsi cerita horor dari pelbagai platform, dari majalah misteri, situs daring, utas Twitter, hingga Podcast. Efeknya tak usah ditanya. Ada yang menderita trauma sampai dewasa, ada yang (merasa) mengalami horor di kehidupan nyata, ada pula yang misuh-misuh saking kesalnya.

April 2021

Kita Semua Korban KBGO pada Waktunya

Kita patut lega karena semakin banyak orang vokal soal kekerasan yang mereka alami di jagat maya. Namun, meningkatnya hal ini sekaligus jadi penanda, kekerasan daring khususnya yang berbasis gender (KBGO) adalah fenomena yang rentan menimpa siapa saja. Berikut lima kompilasi cerita KBGO, mulai dari sexting di aplikasi kencan, dilecehkan orang terdekat, hingga pengakuan pria penikmat konten intim non-konsensual.

Februari 2021

Yang Muda Yang Persma

Fungsi jurnalisme tak hanya menyuarakan kebenaran, tapi juga mengadvokasikan suara mereka yang tertindas. Namun sayangnya aksi penting ini seringkali dijegal oleh para pemangku kekuasaan. Intimidasi dan pelecehan tak hanya menyerang jurnalis-jurnalis mapan, tapi juga mahasiswa yang tergabung di persma. Mereka tak hanya diintimidasi oleh pejabat-pejabat universitas, tapi juga oleh sesama mahasiswa. Bagaimana ceritanya? Simak lebih lanjut di Bangku Belakang edisi ini.

Desember 2020

Suka Duka Serdadu Belanja Online

Belanja online adalah candu, tapi juga bisa berubah jadi “racun” dalam kadar tertentu. Maksudnya, itu tak hanya menghadirkan pengalaman menyenangkan, seperti kelonggaran memilih pelbagai barang dengan ongkos miring dan kemudahan transaksi. Namun, bisa melahirkan kecemasan, gangguan kantong kering (kanker), lupa diri, dan lupa waktu. Bangku Belakang edisi kali ini merangkum suka duka itu.

Oktober 2020

Cantik Bersama Influencer

Beauty influencer atau jenama kecantikan bukan semata sosok yang memeragakan bagaimana makeup dikenakan. Bagi beberapa orang, jenama kecantikan membuka definisi kecantikan yang selama ini terlalu sempit. Bagi yang lain, sosok jenama kecantikan bahkan membantu membangun harga diri yang sempat rontok. Pun, ada yang menganggapnya ibarat seniman yang andal menganyam karya. Kisah-kisah Bangku Belakang kali ini dengan memikat menyajikan betapa beragamnya makna jenama kecantikan dalam kehidupan kita.

September 2020

Andai Hidupku Baik-baik Saja Jadi Gamers

Bagi sebagian orang, (main) game bukan sekadar sarana bersenang-senang atau pelarian. Berjam-jam waktu yang dicurahkan untuk menekuni game turut membentuk pribadi orang: gamers mendapatkan nilai, cara pandang, hingga kebiasaan-kebiasaan, dari pengalaman di dunia game. Ada yang menjadikan game sebagai sumber penghasilan. Ada yang belajar keterampilan baru dan berjumpa dengan teman-teman sehati. Ada yang meninggalkan semua kenangan masa kecilnya di sana. Ada pula yang merasa game membuatnya tetap waras selama pandemi corona. Pada Bangku Belakang edisi kali ini, para gamers menguraikan asam manis kisah mereka.

Juli 2020

Bernostalgia Bersama Bajaj Bajuri

Bajaj Bajuri memang belum tentu sitkom terbaik Indonesia. Tapi, tak terbantahkan bahwa ia meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Ia merepresentasikan sisi lain kehidupan ibu kota dengan kocak dan bersahaja. Tiap tokohnya unik, pun acap kali menggemaskan. Permasalahannya tak mengada-ngada. Alur ceritanya terngiang bahkan bertahun-tahun setelahnya. Pada Bangku Belakang edisi ini, kami menghimpun curahan pengalaman menonton Bajaj Bajuri. Para penulis mengilas perjumpaan manis dengan sitkom kesayangan mereka itu.

Juni 2020

Bersatu Padu Menghadapi Buzzer

Hari ini industri politik seolah telah melazimkan penggunaan jasa buzzer. Baik dari kubu pemerintah maupun oposisi, keduanya sering tertangkap basah menggunakan buzzer untuk merekayasa pembicaraan di media sosial atau menyerang kelompok tertentu. Akun-akun buzzer ini, baik yang betulan maupun yang fiktif, ditugaskan untuk mengamplifikasi informasi tertentu, tak peduli hoaks atau bukan, sepanjang agenda politik juragannya tersalurkan kepada publik di linimasa.

Mei 2020

Bermedia Kala Pandemi Corona

Wabah COVID-19 yang melanda dunia membuat banyak orang menemukan cara baru dalam menggunakan media selama masa swakarantina. Situasi telah memaksa kita untuk mengubah banyak aktivitas offline kita menjadi online. Edisi Bangku Belakang kali ini, kami menghimpun cerita-cerita tentang hal tersebut. Harapan kami, lewat tulisan-tulisan ini pembaca bisa merefleksikan kehadiran teknologi dalam membentuk cara kita hidup

April 2020

Indonesia Bukan Cuma Jakarta

Indonesia terlalu beragam untuk diwakilkan hanya oleh Jakarta. Aspirasi dan potensi orang Indonesia jauh lebih kaya ketimbang yang dibicarakan oleh media-media Jakarta yang mendaku nasional. Sayangnya, banyak masalah di luar Jakarta yang tidak terbahas karena ekosistem media yang sangat sentralistis. Di edisi ini kami mengumpulkan cerita-cerita tentang praktik bermedia di luar Jakarta yang barangkali jarang orang ketahui.

  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Tower Borneo Kalibata City
RT.9/RW.4, Rawajati
Pancoran
South Jakarta City, Jakarta 12750

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura