Rubrik Bangku Belakang adalah cerita tentang manusia dan ritual yang dilakukannya di, dengan, dan terhadap media. Lewat rubrik ini, tiap orang bukan saja diajak berbagi, melainkan juga merefleksikan kehidupan sosialnya yang berelasi dengan media.

Oktober 2020

Cantik Bersama Influencer

Beauty influencer atau jenama kecantikan bukan semata sosok yang memeragakan bagaimana makeup dikenakan. Bagi beberapa orang, jenama kecantikan membuka definisi kecantikan yang selama ini terlalu sempit. Bagi yang lain, sosok jenama kecantikan bahkan membantu membangun harga diri yang sempat rontok. Pun, ada yang menganggapnya ibarat seniman yang andal menganyam karya. Kisah-kisah Bangku Belakang kali ini dengan memikat menyajikan betapa beragamnya makna jenama kecantikan dalam kehidupan kita.

September 2020

Andai Hidupku Baik-baik Saja Jadi Gamers

Bagi sebagian orang, (main) game bukan sekadar sarana bersenang-senang atau pelarian. Berjam-jam waktu yang dicurahkan untuk menekuni game turut membentuk pribadi orang: gamers mendapatkan nilai, cara pandang, hingga kebiasaan-kebiasaan, dari pengalaman di dunia game. Ada yang menjadikan game sebagai sumber penghasilan. Ada yang belajar keterampilan baru dan berjumpa dengan teman-teman sehati. Ada yang meninggalkan semua kenangan masa kecilnya di sana. Ada pula yang merasa game membuatnya tetap waras selama pandemi corona. Pada Bangku Belakang edisi kali ini, para gamers menguraikan asam manis kisah mereka.

Juli 2020

Bernostalgia Bersama Bajaj Bajuri

Bajaj Bajuri memang belum tentu sitkom terbaik Indonesia. Tapi, tak terbantahkan bahwa ia meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Ia merepresentasikan sisi lain kehidupan ibu kota dengan kocak dan bersahaja. Tiap tokohnya unik, pun acap kali menggemaskan. Permasalahannya tak mengada-ngada. Alur ceritanya terngiang bahkan bertahun-tahun setelahnya. Pada Bangku Belakang edisi ini, kami menghimpun curahan pengalaman menonton Bajaj Bajuri. Para penulis mengilas perjumpaan manis dengan sitkom kesayangan mereka itu.

Juni 2020

Bersatu Padu Menghadapi Buzzer

Hari ini industri politik seolah telah melazimkan penggunaan jasa buzzer. Baik dari kubu pemerintah maupun oposisi, keduanya sering tertangkap basah menggunakan buzzer untuk merekayasa pembicaraan di media sosial atau menyerang kelompok tertentu. Akun-akun buzzer ini, baik yang betulan maupun yang fiktif, ditugaskan untuk mengamplifikasi informasi tertentu, tak peduli hoaks atau bukan, sepanjang agenda politik juragannya tersalurkan kepada publik di linimasa.

Mei 2020

Bermedia Kala Pandemi Corona

Wabah COVID-19 yang melanda dunia membuat banyak orang menemukan cara baru dalam menggunakan media selama masa swakarantina. Situasi telah memaksa kita untuk mengubah banyak aktivitas offline kita menjadi online. Edisi Bangku Belakang kali ini, kami menghimpun cerita-cerita tentang hal tersebut. Harapan kami, lewat tulisan-tulisan ini pembaca bisa merefleksikan kehadiran teknologi dalam membentuk cara kita hidup

April 2020

Indonesia Bukan Cuma Jakarta

Indonesia terlalu beragam untuk diwakilkan hanya oleh Jakarta. Aspirasi dan potensi orang Indonesia jauh lebih kaya ketimbang yang dibicarakan oleh media-media Jakarta yang mendaku nasional. Sayangnya, banyak masalah di luar Jakarta yang tidak terbahas karena ekosistem media yang sangat sentralistis. Di edisi ini kami mengumpulkan cerita-cerita tentang praktik bermedia di luar Jakarta yang barangkali jarang orang ketahui.

Februari 2020

Melawan Sagapung Digital

Pelecehan seksual daring adalah perlakuan seksual yang tak dikehendaki yang terjadi di dunia maya. Banyak orang mengalaminya langsung atau menyaksikannya. Namun, tidak semua tahu apa yang harus ia lakukan ketika mengalami atau menyaksikannya. Cerita-cerita berikut adalah upaya kecil kami untuk membicarakannya demi mendorong terciptanya ruang siber yang aman dan nyaman.

Januari 2020

Kisah Kasih Aplikasi

Aplikasi kencan daring seperti Tinder dan OkCupid barangkali telah mengubah budaya kencan kita hari ini. Ia memberikan pengalaman kencan yang terselenggara akibat algoritma. Ia juga memberikan kemungkinan perkencanan yang berbeda dari cara konvensional. Bagaimana para penggunanya merefleksikannya? Simak kisah-kisah berikut.

November 2019

Bermain-main dengan Akun Alter

Banyak orang yang memilih menjadi "orang lain” ketika bermedia sosial. Mereka yang melakukan hal ini dikenal dengan istilah “akun alter”. Lewat akun alter, seseorang bukan saja sedang menyembunyikan identitas aslinya, tapi ia juga sedang menciptakan dan bermain-main dengan berbagai identitas-identitas baru.

Oktober 2019

Diet Digital

Motivasi orang melakukan diet digital beragam. Ada yang alasannya politis dan etis, ada juga yang alasannya kesehatan (mental dan fisik). Cara mereka melakukannya pun macam-macam. Mulai dari mempunyai “jam boleh online”, menghapus media sosial, dan lain-lain. Berikut adalah kisah-kisah mereka yang melakukannya.

  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kolega x MarkPlus Segitiga Emas Business Park, Jl. Prof. DR. Satrio, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura