Takut Dianggap Aneh karena Menulis Alternate Universe K-Pop
Bangku belakang

Takut Dianggap Aneh karena Menulis Alternate Universe K-Pop

Kalau ketahuan, bisa-bisa dianggap fans halu.

OLEH: Nanad

Mahasiswi semester akhir yang sibuk menangis dan nonton video kucing lucu di internet

Saya tertarik dengan dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD. Mulai dari sana, saya pelan-pelan menggelutinya sebagai hobi. Saya menulis cerita untuk majalah sekolah, beberapa kali mengirim puisi ke koran (yah, meski belum ada yang beruntung diterbitkan), dan sampai sekarang menginjak semester tujuh kuliah, saya masih aktif mengirim cerpen ke majalah fakultas.

Di saat saya tertarik dengan tulis-menulis, saya perlahan mulai jatuh cinta dengan dunia K-Pop.

Saya punya beberapa boygroup yang saya idolakan, mendengarkan lagu-lagu mereka, mengoleksi album dan merch, serta punya akun media sosial khusus untuk aktivitas fangirling. Intinya, hidup saya selayaknya penggemar di luaran sana.

Suatu waktu, saya tidak ingat jelasnya tahun berapa, penggemar K-Pop di Twitter ramai dengan kehadiran alternate universe atau yang biasa disebut AU. Sederhananya, ini seperti cerita fiksi penggemar yang biasanya ada di Wattpad atau Blog.

Uniknya, AU dari Twitter adalah bagaimana cerita ini dibuat dari kumpulan fake chats dan screenshot media sosial (biasanya berbentuk chat WhatsApp, iMessage, Twitter, atau Instagram).

Sedikit tidak biasa memang. Bayangkan seorang penulis (author AU, kami biasa menyebutnya) membuat cerita lewat aplikasi palsu seolah-olah itu obrolan antar orang, padahal itu hanya si penulis yang menulis chat dan membalasnya sendiri.

Teman-teman saya yang kebanyakan tidak mengikuti K-Pop juga menganggapnya aneh. AU menjadi semacam takaran nilai penggemar K-Pop yang tingkat halunya sudah melebihi dewa (kependekan dari halusinasi, sebutan untuk penggemar yang mengkhayal ketinggian soal idolanya).

Tapi tentu saja, saya sebagai orang yang suka mengarang cerita dan menggemari K-Pop tertarik untuk mencobanya.

Mei 2021, saya mulai iseng-iseng menulis AU di akun fangirling saya dengan visualisasi tokoh berupa boygroup yang saya sukai.

Jujur, awal saya menulis AU memang terasa aneh. Hal ini karena saya tidak terbiasa merangkai cerita dengan fake chats. Lama-kelamaan, saya mulai menikmatinya. Menamatkan satu AU, saya ketagihan membuat judul yang baru.

Apakah teman-teman tahu saya menulis AU K-Pop? Oh, tentu saja tidak. Saya bisa diejek alay kalau mereka tahu. Sewaktu berkumpul dan mengobrolkan Twitter yang kini ramai dengan AU, mereka bahkan sempat melempar ledekan ke saya: "Nad, kamu kan suka K-Pop, nggak ikutan nulis AU? Nggak lah ya, halu begitu."

Saya cuma bisa balas dengan kekehan kecil. Tidak tahu saja mereka kalau saya sudah menulis lebih dari 5 AU yang dikenal di kalangan penggemar. Angka likes-nya sudah mencapai ratusan bahkan ribuan.

Sekarang, AU sudah menjadi hal yang biasa di platform Twitter. Banyak AU sudah dibukukan, bahkan beberapa judul diadaptasi dalam bentuk film. Genrenya pun jadi lebih beragam, bukan melulu soal cinta-cintaan.

Sampai sekarang, saya masih rajin menulis AU di Twitter. Bagi saya, menulis AU jadi prestasi kecil, mengarang cerita yang hanya dibatasi dengan fake chats. Kenalan saya juga bertambah sejak menulis AU, baik dengan sesama author AU atau pembaca.

Menyenangkan bagaimana bakat dan hobi dijadikan satu menghasilkan karya. Tapi, mengakui ke teman-teman kalau saya penulis AU K-Pop rasanya masih aneh dan malu sendiri. Mungkin ini karena konsep AU yang terkesan aneh dan tidak biasa di mata mereka. Atau saya yang takut dianggap fans halu ya?



  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Jl. Raya Kby. Lama No.18CD, RT.4/RW.10, Grogol Sel., Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12220

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura