Kita Semua Korban KBGO pada Waktunya
Bangku belakang

Kita Semua Korban KBGO pada Waktunya



Kita patut lega karena semakin banyak orang vokal soal kekerasan yang mereka alami di jagat maya. Namun, meningkatnya hal ini sekaligus jadi penanda, kekerasan daring khususnya yang berbasis gender (KBGO) adalah fenomena yang rentan menimpa siapa saja. Berikut lima kompilasi cerita KBGO, mulai dari sexting di aplikasi kencan, dilecehkan orang terdekat, hingga pengakuan pria penikmat konten intim non-konsensual.

Dari panggilan video, panggilan telepon, pesan singkat, hingga WhatsApp, eksibisionis ini menerorku selama nyaris empat bulan.

Empat Bulan Diteror Eksibisionis - Air Via Okta


Andai saja tren spill KBGO sudah ada sejak dulu, mungkin saya akan mengakhirinya lebih awal.

Tersesat di Aplikasi Kencan - Anonim


Sejak SMA, motivasi orang membagikan konten intim non-konsensual adalah demi menunjukkan maskulinitas. Sayangnya, hal ini tak berubah hingga sekarang.

Pengakuan Pria Penikmat Konten Intim Non-Konsensual - A.N.U


Tak semua sosok yang “berkilauan” di media sosial bisa kamu percaya. Gue dilecehkan oleh orang yang mencintai buku-buku, setidaknya itu yang tampak di Twitternya.

Susahnya Jadi Minoritas Ganda Penyintas KGBO - S


Teorinya, mempermalukan pelaku kekerasan seksual di media sosial efektif memberi efek jera, tapi tidak di Indonesia.

Spill the Tea, Salahkah? - P


  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Tower Borneo Kalibata City
RT.9/RW.4, Rawajati
Pancoran
South Jakarta City, Jakarta 12750

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura