Memerangi Hoaks di Grup Keluarga
Bangku belakang

Memerangi Hoaks di Grup Keluarga



Dari cocoklogi sampai teori konspirasi, grup WhatsApp keluarga adalah lumbung hoaks yang tak ada habisnya. Orang tua, Om, Tante, Kakak, bahkan mungkin kita sendiri tanpa disadari jadi dalang yang menyebarkan pesan bohong tersebut. Celakanya, efek hoaks terasa lebih personal karena disebarkan orang-orang terdekat. Remotivi merangkum pengalaman seru orang-orang berhadapan dengan hoaks di tengah keluarga serta bagaimana mereka menyikapinya.

Ayah saya yang seorang ustaz mungkin masih sebatas membagi informasi hoaks di grup keluarga. Namun, bagaimana jika ia menyebarkannya pada umat?

Pendidikan Dialogis: Jurus Ampuh Tangkal Hoaks dalam Keluarga - Novandy Fiardillah


Sebuah tips memerangi hoaks di grup keluarga yang mungkin berguna. Saya sudah mencobanya.

Jangan Berhenti di Kamu... - Akbar Malik


Capek-capek lari dari hoaks Covid-19 dengan tak membuat grup keluarga, nyatanya kami tetap dibuntuti di media sosial. Kasihan Mamak.

Antara Mamak, Dr. Lois, dan Hoaks COVID-19 - Gtzykr


Percakapan di grup WhatsApp keluarga kami ibarat drama menyebalkan, bikin saya geleng-geleng kepala.

Drama Itu Berjudul “Grup Hoaks” Keluarga - Santi Hidayanti


  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Tower Borneo Kalibata City
RT.9/RW.4, Rawajati
Pancoran
South Jakarta City, Jakarta 12750

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura