Ketika Aku Berhenti Nonton TV
Bangku belakang

Ketika Aku Berhenti Nonton TV



TV pasti pernah punya peran dalam kehidupanmu. Ia toh pernah menjadi sumber hiburan dan informasi multimedia utama kita untuk waktu yang lama, sebelum teknologi baru datang menggusurnya. Bangku Belakang Remotivi edisi ini menyajikan kisah-kisah yang mengiringi transisi teknologi ini. Ada yang bersyukur dengannya. Ada yang kehilangan dan terkenang-kenang masa kecilnya. Pokoknya menarik dan menggemaskan.

Kebersamaan yang aku inginkan jadi kesedihan yang terkenang.

Ke Mana Hilangnya Kebersamaan di Depan Televisi? - Nanaz


Merelakan TV memberi faedah untuk hidup saya.

Media TV Makin ke Sini kok Makin ke Sana? - Faizah Eka Safthari


Televisi melakukan pembodohan massal.

Pernah Percaya Gimik Hipnosis TV Indonesia - Jopatt


“Ditonton TV” membuat saya merasa aman.

TV Pernah Membantu Saya untuk Berani Tidur Sendiri - Ananda Bintang


Waktu itu, orang-orang di kampung berkumpul guyub karena televisi.

Masa-masa Paling Indah Itu Telah Pergi - Hazairin Alfian


Dulu rasa ingin tahuku dipuaskan televisi. Sekarang?

Aku si Anak Asuh Televisi - Hilda Fatgehipon


  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Tower Borneo Kalibata City
RT.9/RW.4, Rawajati
Pancoran
South Jakarta City, Jakarta 12750

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura