Bangku belakang

Jalan-Jalan Minggu Lewat Google Maps

Saya kembali menjelajahi Blok M mulai dari stasiun MRT hingga keliling di sekitar area tersebut.

OLEH: Ramadhana Afida Rachman

Mahasiswi yang sedang belajar kejahatan dan sering berkontemplasi tentang hidup.

Masa swakarantina membuat saya rindu dengan segala hal. Rindu makan mie ayam di depan kelurahan, rindu pergi ke Stasiun Juanda hanya untuk mampir ke Family Mart lalu kembali lagi ke Stasiun Tanjung Barat, rindu duduk di bangku depan Indomaret lalu makan es krim, serta rindu banyak aktivitas kecil lain yang dulu hanya selingan semata.

Minggu pertama dan kedua karantina, saya benar-benar rindu dengan semua orang dan aktivitas yang sering kami lakukan bersama. Setiap saya buka aplikasi chat, ada saja orang yang saya kirimi pesan untuk bilang “kangen”. Namun, makin ke sini, ungkapan kangen rasanya hanya sebatas ekspresi biasa yang tidak sama pengalamannya dengan berjumpa.

Biasanya, Minggu menjadi hari terbaik karena saya bisa melepas penat dari rutinitas kampus. Tapi karena swakarantina ini, Senin sampai Minggu tidak ada bedanya. Bahkan saya sudah mulai kesulitan untuk membedakan hari jika tidak ada jadwal kuliah.

Tapi siang itu, tepat di hari Minggu di masa karantina, saya merasakan sensasi “Minggu” yang saya rindukan hadir kembali. Saya bangkit dari tempat tidur, menuju meja belajar, membuka laptop, dan siap berselancar mengarungi tempat yang sudah sangat ingin saya datangi lewat Google Maps. 

Kawasan pertama yang saya singgahi adalah Blok M. Beberapa waktu sebelum kampus memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan pemerintah menyerukan social distancing, saya mengunjungi Blok M bersama teman. Naik KRL Commuter Line, lalu transit menggunakan MRT, dan turun di depan Blok M Square.

Lewat Google Maps, saya kembali menjelajahi Blok M mulai dari stasiun MRT hingga keliling di sekitar area tersebut. Hhhh, rindu saya mulai terbayar. Merasa masih kurang, saya memutuskan untuk pindah ke Cikini. Kawasan ini menjadi salah satu tempat pelarian favorit saya.

Dimulai dari Stasiun Cikini, saya berjalan di trotoar melihat situasi sekitar. Dari tampilan layar laptop dengan gambar 3D, saya mencari gerobak cakwe di depan Stasiun Cikini, namun nihil. Kemudian, saya berjalan sedikit untuk mencari tenda nasi bebek yang juga terletak di depan Stasiun Cikini, namun lagi-lagi hasilnya nihil.

Lalu, saya melanjutkan perjalanan menyusuri kawasan Cikini dengan berjalan di trotoarnya sampai ke Taman Ismail Marzuki. AAAAAA, ingin teriak rasanya karena setelah dua bulan mendekam di rumah, akhirnya saya bisa melihat dunia luar meskipun secara virtual. Rasa rindu saya setidaknya dapat terbayar.



  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kolega x MarkPlus Segitiga Emas Business Park, Jl. Prof. DR. Satrio, RT.4/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura