Game Menyelamatkanku Saat Corona
Bangku belakang

Game Menyelamatkanku Saat Corona

Game membuatku bertahan menghadapi kondisi sulit tanpa kepastian, seperti wabah corona ini.

OLEH: Albert Tanuwijaya

Hidup di tengah pandemi Covid-19 memang tidak senyaman yang aku bayangkan. Finansial, perkuliahan, dan rencana masa depanku morat-marit. Satu-satunya hiburan penjaga kewarasan hanya bermain game. 

Saat bermain game, pikiranku tenang. Aku pun punya kesempatan untuk bercengkerama dengan lawan main dan terkadang membuat konten soal ini.  Namun ternyata “masa bulan maduku” bersama game ini harus berakhir.

Jika Maret 2020, aku masih optimis dan semangat bermain game Mobile Legend/PUBG Mobile hingga begadang semalaman, memasuki April, keadaanku semakin buruk. Ternyata tak hanya Jakarta saja yang mengalami Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), uang jajanku pun ikut di-PSBB-kan. Padahal saat itu, tinggal selangkah lagi tabunganku cukup untuk membeli laptop sendiri. Ya, selama ini aku mengerjakan tugas kuliah dan bermain game di warung internet (warnet) dekat kos.

Aku terpaksa menahan diri tak nongkrong di warnet untuk bermain game demi bisa menabung lebih banyak. Padahal, aku ingat sekali, hal paling menyenangkan saat liburan semester begini adalah main DOTA 2, Apex Legend, atau Valorant bersama teman-temanku.

Dua bulan, tiga bulan “puasa”, sampai akhirnya aku hampir masuk perkuliahan semester lima. Sialnya, pandemi corona masih belum berakhir dan aku masih mati-matian menghemat uang. Imanku runtuh sesekali, setelah nekat ke warnet dan colongan bermain game bersama teman-teman, meskipun kali ini durasinya disunat habis-habisan.

Singkat cerita, perkuliahan pun kembali dimulai secara daring. Tentu saja aku masih menggunakan ponsel sebagai sarana belajar. Laptop belum terbeli, game di komputer warnet pun jarang tersentuh karena kesibukanku mengerjakan tugas.

Namun, dalam hati, aku masih berharap kondisi bisa segera pulih, sehingga aku bisa memaksimalkan tabunganku untuk membeli laptop baru. Biar bagaimanapun, sejujurnya aku ingin cepat melepas “gelar” gamer warnet lalu jadi pemain profesional di laptop sendiri. Sebab, dengan game lah aku bisa bertahan menghadapi kondisi sulit tanpa kepastian seperti wabah corona ini. Game telah menyelamatkan hidupku.



  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Tower Borneo Kalibata City
RT.9/RW.4, Rawajati
Pancoran
South Jakarta City, Jakarta 12750

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura