Kami Orang Desa Sudah Lama Cuek dengan Baliho Politik
Bangku belakang

Kami Orang Desa Sudah Lama Cuek dengan Baliho Politik

Para politisi mengira memasang wajah mereka di desa-desa akan efektif merebut hati kami. Kenyataannya tak demikian.

OLEH: Dedy Ari Sanda

Saat ini aktif sebagai pengurus Bumdesakun twitter @dedysanda

Desa saya termasuk strategis karena ada di jalur Pantura eks karesidenan Pekalongan, Jawa Tengah. Karena itulah, kami warga desa sudah terbiasa melihat baliho politik, bahkan jauh sebelum baliho Puan, Airlangga, dan Cak Imin viral.

Masalahnya, lantaran terlalu sering terpapar baliho politisi, kami sudah lama cuek dan lama-kelamaan menganggap narsisme itu sebagai strategi kampanye yang norak. Apalagi buat kami yang terbiasa nyawer dan disawer, baliho ini sama sekali takkan memikat kami. Tak patut ditiru, tapi kami orang desa sudah terbiasa dengan politik transaksional berupa amplop Rp100-500 ribu dari calon kepala desa. Sosok sekelas politisi yang mau nyapres di 2024 sebaiknya dekati kami dengan cara lain saja.

Jika para politisi itu bertahan “menjual” dirinya cuma dengan baliho, sudah barang tentu tak akan kami lirik. Dalam keseharian, obrolan kami di warung kopi lebih didominasi undian nomor togel semalam atau gosip-gosip tetangga. Pasalnya, kedewasaan politik masyarakat desa sudah teruji. Di mata kami, apa yang disajikan para elite politik adalah bahan guyonan sehari-hari. Kami sudah tahu kalau mereka cuma mau suara. Kami sudah tahu kalau mereka akan gampang lupa begitu duduk di kekuasaan.

Berkaca dari itulah, baliho politik di sepanjang Jalan Daendels, Pekalongan yang menampilkan sejumlah politisi cuma jadi angin lalu buat kami, warga desa. Adalah media massa dan media sosial yang kemudian membesar-besarkan kabar baliho politisi ini, sehingga mau tak mau, diskusi kami bergeser ke arah sana. Namun, diskusi kami tetap konsisten. Bahwasanya para elite politik tak sensitif pasang baliho di tengah pandemi, terbiasa bikin patah hati rakyat, dan cuma jadi parade narsisme belaka.



  • GLOSARIUM

  • INDEKS

  • Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Tower Borneo Kalibata City
RT.9/RW.4, Rawajati
Pancoran
South Jakarta City, Jakarta 12750

kotaksurat@remotivi.or.id

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura

Pusat Kajian Media & Komunikasi

Kecuali dinyatakan berbeda, semua konten dalam situsweb ini menggunakan lisensi Creative Commons, CC-BY-NC. Keterangan lebih lanjut, lihat di sini.

Desain oleh: Ismi Ulfah
Pengembangan oleh: Ginanjar Seladipura