Judul Buku:
The Media Diet for Kids

Pengarang:
Teresa Orange & Loise O’Flynn

Tahun:
2005

Penerbit:
Serambi

Penerjemah:
Endah W Soekarso

Judul Buku:
The Media Diet for Kids

Pengarang:
Teresa Orange & Loise O’Flynn

Tahun:
2005

Penerbit:
Serambi

Penerjemah:
Endah W Soekarso

Mau tidak mau tulisan ini harus dibuka dengan sebuah fakta yang basi: tidak ada hari tanpa interaksi dengan media. Mulai dari bayi yang baru lahir sampai orang dewasa yang hendak meninggal, semua terkena pengaruh media. Coba tengok sekitar Anda sekarang, setidaknya ada ponsel, atau komputer, atau buku, atau koran, atau brosur, atau bahkan semuanya!

Melalui kalimat pembuka tersebut, saya ingin membawa Anda kepada sebuah buku yang merespon fakta diatas. Buku setebal 330 halaman ini hanya ingin bicara satu hal, yaitu konsumsi media harus dibatasi! Tanpa lelah Teresa Orange dan Louise O’Flynn memaparkan bagaimana cara membatasi konsumsi media, khususnya untuk anak-anak.

Dua orang praktisi media ini menyajikan semua itu dengan sangat ringkas. Di sini Anda akan sulit menemui halaman yang diisi penuh dengan tulisan atau kalimat-kalimat panjang macam buku-buku teori anak kuliahan. Jelas ini bukan lagi buku teori, buku ini lebih seperti panduan praktis, seperti saat kita membeli kamera dan kita menemukan buku panduan di dalamnya, tentang bagaimana cara orangtua membatasi penggunaan media untuk anak-anaknya.

Selayaknya buku panduan yang ringkas dan mudah dimengerti, banyak ilustrasi dimunculkan di buku ini, sekedar pemanis agar pembaca tidak terlalu dimabukkan oleh deretan-deretan tulisan. Penjelasan pun kebanyakan dipaparkan menggunakan poin-poin, bukan uraian panjang, namun tetap informatif.

Pembahasan dibuka dengan topik pentingnya melakukan diet media, terutama untuk anak-anak yang selalu kita beri label "penerus generasi bangsa". Kemudian buku ini menyodorkan tiga langkah praktis diet media: hitung "kalori" media anak, ubah menu konsumsi media anak dari tayangan sampah ke tayangan sehat, dan terakhir, seimbangkan konsumsi media dengan aktifitas lain yang lebih bermanfaat.

Terkesan mudah dilakukan? Memang menjadi mudah ketika Anda membaca buku ini. Bayangkan, sudah disediakan tabel-tabel untuk membantu kita mengidentifikasi kadar obesitas media yang diderita anak kita. Sudah disediakan tips-tips untuk mengubah menu makanan media yang akan dikonsumsi anak-anak. Termasuk pilihan aktifitas penyeimbang konsumsi media anak.

Hanya ada satu hal yang mengganjal. Penulisnya yang berasal dari negeri seberang membuat buku ini tidak dapat sepenuhnya diikuti pembaca Indonesia. Contohnya ketika buku ini menyebut beberapa tayangan atau stasiun televisi yang baik bagi anak-anak, seperti CbeebiesTweenies, dan Fimbles, semuanya tentu tidak akrab di telinga kita.

Bagaimanapun, tetap banyak wawasan yang dapat Anda peroleh dari buku ini. Selain itu kehadiran buku sejenis macam ini masih sangat jarang di Indonesia. Maka pantaslah buku ini jadi koleksi Anda. Malah akan sangat baik apabila buku ini disertakan dalam kardus setiap kali kita membeli televisi. Tidak hanya anak-anak, siapa tahu Anda sendiri butuh program pelangsingan konsumsi. []