DaDalam rangka rasa syukur atas penempatan kantor baru, Remotivi menggelar ramah tamah dan diskusi bertema “Peran Media dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012” pada Selasa lalu (25/9). Dibawakan oleh Ignatius Haryanto sebagai pemateri, diskusi ini dikembangkan berdasarkan hasil penelitian Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta terhadap pemberitaan Pemilukada DKI Jakarta 2012 oleh empat media online, empat media cetak nasional, empat media cetak lokal, satu stasiun televisi lokal, dan dua stasiun televisi nasional.

Penelitian yang berdasarkan materi berita sejak 1 Juni hingga 13 September 2012 ini menemukan banyaknya pemberitaan yang tidak berimbang. Pemberitaan banyak yang memihak pada salah satu kandidat pasangan, tidak melakukan konfirmasi secara mendalam terhadap satu peristiwa yang kontroversial, dan tidak menjalankan fungsinya sebagai sarana pengawasan.

Maka itu, Haryanto pun berharap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers  mengetengahkan perannya sebagai regulator, untuk terus mengawasi dan menindak media-media ini, khususnya dalam hal peliputan Pemilukada seperti ini.

Direktur Remotivi Roy Thaniago lantas mengemukakan bahwa kemenangan yang akhirnya diraih oleh Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama ini sesungguhnya adalah kemenangan budaya visual; kemenangan akan kemampuan mengolah media audio-visual dengan baik, dan bukan berdasar atas penalaran akan gagasan atau kapabilitas calon pemimpin. Hal ini menurutnya bisa dibuktikan dengan lebih dominannya kampanye dan diskusi yang berpijak pada kekuatan citra dan simbol personal ketimbang yang bersifat subtantatif.

Pengamat media yang juga mantan Ketua Pansus UU Penyiaran Paulus Widianto pun menambahkan bahwa kemenangan yang diraih oleh Jokowi adalah kemenangan sosok muda dan baru. Menurutnya, kemenangan ini bisa diraih karena warga sudah jenuh dengan kepemimpinan yang ada, sehingga  membutuhkan pemimpin baru yang bisa membawa perubahan untuk mereka. (REMOTIVI/ Jefri Gabriel)