Jabatan boleh Menteri Maritim dan Investasi, tapi Luhut Pandjaitan bisa menjadi apa saja. Jadi ad interim Menteri Perhubungan? Bisa. Jadi pelaksana tugas Menteri Kelautan dan Perikanan pun siap. Urus vaksinasi massal Corona, boleh, apalagi sekadar jadi perwakilan Jokowi untuk nampang di acara 12.12 Shopee. Karena kekuasaannya yang secara telanjang diperlihatkan terlampau besar inilah, ekonom senior, Faisal Basri sempat kesal. Ia berkicau di Twitter pada 3 April 2020, “Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19.”

Sontak, twitnya langsung disamber dengan beragam komentar dan meme kocak dari publik. Ada yang bilang, jika Corona mengamuk di Indonesia, si Opung takkan terinfeksi sebab Luhutlah yang bakal menginfeksi Corona lebih dulu. Ada yang sempat membuat meme dengan lirik lagu, “Kepala, pundak, Luhut lagi, Luhut lagi.” Pun, ada yang berinisiatif menyusun tugas akhir bertajuk “Hak Istimewa Luhut Binsar Pandjaitan di Setiap Kebijakan Negara  dalam Perspektif Hukum Tata Negara”. Luhut juga mendapat julukan baru di beragam meme tersebut, mulai dari Lord Luhut, Hokage, Danzo, King Luhut, dan The Real RI-1.

Di Google Trends, aneka meme untuk Luhut mulai marak diperbincangkan sejak 29 Maret 2020. Ini tepatnya saat Luhut membatalkan kebijakan Anies Baswedan menghentikan operasi moda transportasi massal yang keluar-masuk Jakarta. Sejak hari itu hingga 18 Desember 2020, menurut Big Data Binokular, Lord Luhut diberitakan oleh media daring sebanyak 10.000 kali. Di media cetak, ia jadi buah bibir dalam 3.765 berita. Di media televisi, ia ditayangkan sebanyak 230 kali.

Sementara itu di Twitter, ada 25.240 cuitan soal Luhut di mana sentimen negatifnya terbaca 72%, positif 7%, dan netral 22%. Dominannya sentimen negatif ini adalah sinyalemen bahwa publik merasakan kejumudan yang sama seperti Faisal Basri. 

Meme Luhut nampaknya muncul lantaran publik resah melihat kekuasaannya yang besar. Keleluasaannya mengatur kebijakan tak lepas dari tingginya kepercayaan Presiden Jokowi kepadanya. Jika dirunut, hubungan Jokowi dan Luhut memang punya sejarah panjang. Setelah keduanya berkongsi mendirikan PT Rakabumi Sejahtera pada 2007 di mana 51% sahamnya dimiliki keluarga Jokowi dan 49% dipegang Luhut, Jokowi terus mendapatkan bekingan si Opung. Luhut adalah sponsor utama yang mendukung pencalonan Jokowi di Pemilihan Kepala Daerah DKI 2012. Luhut pula yang melapangkan karier Jokowi menuju bursa capres Pemilihan Presiden 2014. Ia pun yang melakukan lobi-lobi politik untuk jabatan periode keduanya sebagai RI-1. 

 

Meme: Medium Kritik Gembira

Di belahan negara lain, meme juga lazim dipakai sebagai medium kritik gembira terhadap sosok politisi tertentu. Di negara dengan sensor dan kontrol besar rezim seperti China, meme ajek digunakan untuk mengkritik elite politik tertentu seperti Xi Jinping hingga Jiang Xemin, pemimpin Partai Komunis Tiongkok. Xi Jinping kerap diledek sebagai pemimpin dengan air muka yang monoton, baik saat sedang marah, kecewa, senang, atau puas. Postur tubuhnya yang relatif pendek dan gemuk juga disamakan dengan karakter kartun Winnie the Pooh. Sementara, Jiang Xemin yang sering tampil dengan kacamata kotak, sering disamakan dengan karakter kartun katak the Toad.

Menurut temuan Kecheng Fang (2018), penggunaan meme politisi di China disebabkan karena ia efektif jadi alat kritik implisit atas sistem sosial dan politik yang keliru. Meme juga bisa menjadi satir yang mempersatukan “umat”. Fang memperlihatkan betapa di grup-grup percakapan, meme pemimpin Partai Komunis China jadi alat basa-basi percakapan, ledekan sesama anggota, dan cara mempererat hubungan di komunitas-komunitas tertentu.

Selain itu, meme politisi biasanya juga melebih-lebihkan satu karakter atau ciri dominan sosok bersangkutan di mata publik. Misalnya, meme tentang betapa abadinya Ratu Elizabeth Inggris yang notabene memiliki masa pemerintahan dan umur panjang. Tema meme tersebut muncul sejak Maret 2020, terutama setelah mencuatnya berita bahwa putranya, Charles (Pangeran Wales dan pewaris takhta) dinyatakan positif Covid-19. Hal ini memicu spekulasi sang ratu mungkin bakal hidup lebih lama dari anaknya. Meme yang mengacu pada keabadian Ratu Elizabeth ini biasanya terlihat di platform media sosial (terutama Reddit), dan sang Ratu digambarkan sebagai satu-satunya manusia yang selamat di masa depan apokaliptik.

Karakter Trump yang degil, provokatif, dan keras kepala juga digambarkan dengan meme ia minum susu lewat dot bayi, merengek pada anak kecil, hingga mengenakan wig dan anting lalu ngamuk-ngamuk di Georgia meminta perhitungan suara Pilpres AS 2020 disetop. Trump memang tengah menjadi objek meme sejuta umat karena “deritanya” yang bertubi-tubi, mulai dari keok di pilpres, diblokir dari Twitter, Facebook, dan YouTube, juga menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika yang dua kali dicoba dimakzulkan oleh parlemen.

Meme politisi mudah menyentuh banyak lapisan masyarakat sebagai kritik karena kontennya yang sederhana, lebih-lebih dibandingkan debat politik yang ndakik-ndakik, dan dalam beberapa kasus ia menjadi cara mengkritik yang gayeng. Maksudnya, kita bisa menyikat kekurangan rezim dengan kritis sekaligus bersembunyi di balik kedok leluconnya. Meme juga mudah melekat di benak audiens karena watak humornya, dan humor—meminjam pernyataan Freud—adalah pintu masuk efektif untuk menumbuhkan kesadaran kritis.

Kelebihan meme inilah yang membuat publik termasuk warga Indonesia lebih nyaman mengkritik pejabat dengan medium bersangkutan. Kita bisa tertawa menyaksikan Luhut yang duduk di singgasana emas ala Game of Thrones atau cosplay dengan kain penutup mata ala Danzo dari Konoha, tapi kita selalu tahu, itu cuma metafora untuk menggambarkan betapa muaknya kita pada kekuasaannya yang besarnya membabi buta.